Allahu akbar …Allahu akbar …
Dia memanggil lagi ….
Alangkah syahdu Ia memanggil.
Alam pun seakan tunduk menghamba.
Ahh …tapi mengapa terkadang aku acuh? Sebentar lagi!, masih ngantuk, waktu ia memanggilku di pembuka hari. Tanggung, tinggal sedikit lagi,itu kerap kali muncul di hati ini manakala seabrek aktivitas dunia sedang kulakoni. Atau, sebentar lagi acaranya juga usai,lagi seru nih … saat aku asyik dengan tontonan kesayanganku di petang hari. Masih banyak waktu. Dalihku saat dia memanggilku di waktu Isya’. Masih banyak?
Astaghfirrullah ….
Siapa yang bisa menjamin hidup kita masih lama? Siapa?
Beda kalo yang memanggil adalah orang yang mendapat tempat istimewa di hati. Kalo kekasih yang lama nggak nelpon wah..pasti cepet-cepat berhambur menyambutnya dan rasanya waktu tak akan terasa jika ngobrol dengan dia ( eit…yang ini belum halal untuk yang belum ijab! Hanya untuk kalangan terbatas,suami atau istri titik).
Senang rasanya kalo ayah atau ibu menelpon saat jauh dari mereka apalagi bagi yang masih kost yang uang bulanan udah nipis.
Allah memanggilku dengan cinta, tapi aku masih terlalu asyik bermain-main dengan dunia. Sampai kapan ya..wahai hatiku…kau selalu cenderung pada dunia. Apa menunggu sampai aku mati? dan hanya tinggal penyesalan yang tersisa?.
Allah memanggilku dengan cinta, mereka juga memanggilku dengan cinta tapi mengapa aku lebih memilih cinta yang fana? Entah lah…
Dia selalu ada melayani kita, Ia Maha kaya yang tak pernah pelit memberikan rizki NYA pada kita meskipun kita melalaikan NYA. Tak pernah lupa memberi rasa kantuk yang Subhanallah …amat nikmat saat kita dibangunkan NYA kembali dalam keadaaan sehat segar bugar di pagi hari. Tak..pernah … dan tiada lah pernah Dia merasa lelah memelihara kita dan seluruh ciptaan –NYA seorang diri karena Dia Maha gagah perkasa. Dan tiada sesuatu pun yang setara dengan Dia (QS. Al Ikhlas : 4).Padahal tak harus bayar mahal untuk cinta-Nya. Sambungan telpon dengan NYA tak membutuhkan kabel bermeter-meter, tak perlu bayar abonemen, jangkauannya luas karena sinyalnya kuat dimana pun sampai setiap jengkal jagad raya. Semuanya begitu mudah bagi siapa pun. Coba renungkan !
Saat alam berdzikir memuji NYA mengapa tiada kau dengar, wahai kupingku
Berjalanlah wahai …kakiku ikutilah jejak-jejak manusia mulia.
Hai .. mataku mengapa seakan kau buta.
Lihatlah! warna–warna keagungannya dalam lukisan jagat raya, betapa perkasanya Ia.
Semua yang ada ibarat telpon, sebuah telpon cinta yang setiap saat menderingkan cinta-NYA
Duhai hatiku mengapa tak jua kau penuh dengan cintaNYA
Allahu akbar …Allahu akbar …
Dia kembali memanggil
Dia memanggil lagi ….
Alangkah syahdu Ia memanggil.
Alam pun seakan tunduk menghamba.
Ahh …tapi mengapa terkadang aku acuh? Sebentar lagi!, masih ngantuk, waktu ia memanggilku di pembuka hari. Tanggung, tinggal sedikit lagi,itu kerap kali muncul di hati ini manakala seabrek aktivitas dunia sedang kulakoni. Atau, sebentar lagi acaranya juga usai,lagi seru nih … saat aku asyik dengan tontonan kesayanganku di petang hari. Masih banyak waktu. Dalihku saat dia memanggilku di waktu Isya’. Masih banyak?
Astaghfirrullah ….
Siapa yang bisa menjamin hidup kita masih lama? Siapa?
Beda kalo yang memanggil adalah orang yang mendapat tempat istimewa di hati. Kalo kekasih yang lama nggak nelpon wah..pasti cepet-cepat berhambur menyambutnya dan rasanya waktu tak akan terasa jika ngobrol dengan dia ( eit…yang ini belum halal untuk yang belum ijab! Hanya untuk kalangan terbatas,suami atau istri titik).
Senang rasanya kalo ayah atau ibu menelpon saat jauh dari mereka apalagi bagi yang masih kost yang uang bulanan udah nipis.
Allah memanggilku dengan cinta, tapi aku masih terlalu asyik bermain-main dengan dunia. Sampai kapan ya..wahai hatiku…kau selalu cenderung pada dunia. Apa menunggu sampai aku mati? dan hanya tinggal penyesalan yang tersisa?.
Allah memanggilku dengan cinta, mereka juga memanggilku dengan cinta tapi mengapa aku lebih memilih cinta yang fana? Entah lah…
Dia selalu ada melayani kita, Ia Maha kaya yang tak pernah pelit memberikan rizki NYA pada kita meskipun kita melalaikan NYA. Tak pernah lupa memberi rasa kantuk yang Subhanallah …amat nikmat saat kita dibangunkan NYA kembali dalam keadaaan sehat segar bugar di pagi hari. Tak..pernah … dan tiada lah pernah Dia merasa lelah memelihara kita dan seluruh ciptaan –NYA seorang diri karena Dia Maha gagah perkasa. Dan tiada sesuatu pun yang setara dengan Dia (QS. Al Ikhlas : 4).Padahal tak harus bayar mahal untuk cinta-Nya. Sambungan telpon dengan NYA tak membutuhkan kabel bermeter-meter, tak perlu bayar abonemen, jangkauannya luas karena sinyalnya kuat dimana pun sampai setiap jengkal jagad raya. Semuanya begitu mudah bagi siapa pun. Coba renungkan !
Saat alam berdzikir memuji NYA mengapa tiada kau dengar, wahai kupingku
Berjalanlah wahai …kakiku ikutilah jejak-jejak manusia mulia.
Hai .. mataku mengapa seakan kau buta.
Lihatlah! warna–warna keagungannya dalam lukisan jagat raya, betapa perkasanya Ia.
Semua yang ada ibarat telpon, sebuah telpon cinta yang setiap saat menderingkan cinta-NYA
Duhai hatiku mengapa tak jua kau penuh dengan cintaNYA
Allahu akbar …Allahu akbar …
Dia kembali memanggil
Wahai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai
Maka masuklah dalam (golongan hamba-hamba-Ku)
Dan masuklah dalam surga-Ku
(QS Al Fajr 27-30)
BERGEGASLAH ….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar