profil

Selasa, 22 November 2011

surat 'Tuk Ayah

kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah, yaa... mungkin tidak begitu cerah untuk seorang ayah yang kebetulan memeriksa kamar putrinya.....
iya mendapatkan kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplob bertuliskan :" untuk ayah"
diatas kasurnya... perlahan iya mulai membuka surat itu....

ayah tercinta
aku menulis surat ini dengan perasan sedih dan menyesal. saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah.
aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik, setelah bertemu dia.....ayah juga pasti akan sejuju meski dengan banyak tato dan piercing yang melekat ditubuhnya, juga dengan motor butut dan rambut gondrongnya. dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua ( aku pikir sekarang 42 tahun tidak terlalu tua ).
dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari anak dalam kandunganku saat ini. dia membiarkan untuk anak ini lahir dak kita membesarkannya bersama. kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis perdagangan ekstasi yang sangat luas, iya juga meyakinkan ku bahwa mirijuana itu tidak begitu buruk. kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami.
para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS  jadi dia bisa segera sembuh.
aku tahu dia punya cewek lain, tapi aku percaya dia akan setia padaku dengan cara yang berbeda.
ayah....jangan khawatir keadaanku. aku sudah 15 tahun sekarang, aku bisa menjaga diriku sekarang.
salam sayang untuk kalian semua.
oh iya...berikan boneka ku pada adikku, dia sangat menginginkannya.

masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran, sang ayah membaca lembar kedua surat dari putri tercintanya..

Ps: ayah,....tidak ada satu pun dari yang aku tulis diatas itu benar, aku hanya ingin menunjukkan ada ribuan hal yang lebih mengerikan daripada nilai raporku yang buruk..
kalau ayah sudah menandatangani raporku di atas menya, panggil aku yea.....
aku tidak kemana-mana, saat ini aku ada di tetangga sebelah......

Tidak ada komentar: